UPAYA ANAK YATIM BISA SEKOLAH

Sebagaimana seorang bapak, Muhtadi menganggap anak yatim sebagai anaknya sendiri. Menurut dia, anak yatim itu sebagaimana layaknya anak-anak lainnya, yang membutuhkan seorang bapak atau ibu yang selalu memperhatikannya. “Contohnya, ketika mengetahui saya ke tempat tinggal mereka di asrama yayasan, mereka mendekat. Mereka secara bergantian, ada yang menyampaikan dan/atau menanyakan beberapa hal secara bergantian. Ada yang menyampaikan apa yang dilakukan, tentang sekolah, tentang nilai, tentang temannya yang nakal, dll. Ada juga yang menanyakan perihal pelajaran, dan banyak hal. Kalau sudah begitu, saya mencoba memperhatikan dan mendengar secara seksama, kemudian mencoba untuk merespon dengan menjawab dan menjelaskan beberapa pertanyaan dan informasi mereka”, katanya ketika ditemui Radar di kantornya Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kemarin.

selengkapnya