POLA PEMAHAMAN AGAMA

A. Latar Belakang Masalah

Ada tiga hal yang menjadi perhatian dalam penelitian ini yang terkait dengan fenomena masyarakat di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang, khususnya dua wilayah RW lingkungan Sanan, yaitu RW 15 dan RW 16. Kedua RW tersebut dipilih dari 24 RW yang berada di bawah wilayah Kelurahan Purwantoro dengan alasan tertentu. Kedua wilayah RW tersebut ditentukan sebagai situs penelitian ini untuk mengungkap dua fenomena yang menjadi permasalahan penelitian, yakni fenomena sosial keagamaan dan fenomena sosial ekonomi. Selain itu fenomena lain yang menarik adalah masalah kemiskinan yang terkait dengan perilaku ekonomi masyarakat.

selengkapnya

AGAMA DAN KEMISKINAN

A.    Pendahuluan

Agama secara inheren memiliki nilai-nilai emansipasi, karena itu dalam sejarah agama telah menempatkan dirinya sebagai penggerak perubahan. Dalam konteks Indonesia, ketertinggalan yang berarti kemiskinan merupakan tantangan yang harus diatasi dengan partisipasi dan keberpihakan agama, karena dari komposisi masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius. Namun potensinya belum tergali secara signifikan guna membebaskan masyarakat dari berbagai masalah.

selengkapnya

Agama dan Perilaku Keagamaan

Din (agama) merupakan hal pokok bagi kehidupan manusia yang terkait dengan fitrah. Agama secara umum berarti keyakinan pada kekuatan gaib Yang Maha, yang memiliki kekuasaan atas diri dan kehidupan manusia. Di mana manusia membutuhkannya mempersembahkan berbagai bentuk ritual dan pengorbanan. Ini makna umum yang mencakup semua agama -Islam dan lainnya-. Agama juga berarti manhaj yang mengarahkan manusia pada perilaku tertentu. Sementara taduyyun adalah komitmen pada agama, lemah atau kuat komitmen itu. Komitmen yang dimaksud adalah komitmen pada ajaran-ajaran agama. Tadayyun adalah pengaruh agama dalam kehidupan manusia, hubungan dan perilaku mereka. Tadayyun dapat dipahami sebagai perilaku keagamaan.

selengkapnya